Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gaya Belajar

Beras dan Kulit Telur

Bismillahirrahmanirrahim… Day 13 Level 4 Bunsay Game Mengenali Gaya Belajar Anak Saat saya membuka status WA, saya melihat seorang teman mengunggah statusnya yang sedang mengkhatamkan buku ‘Jatuh Hati pada Montessori’ karangan mbak Dwina dengan captionnya kurang lebih sama dengan judul bukunya, saya juga jadi jatuh hati. Nah, semenjak itu, entah ada dorongan yang menggelitik saya juga untuk membaca buku itu. Sudah lama saya lihat cover buku itu, baik online maupun offline namun entah kenapa belum merasa tertarik untuk membacanya. Baru kali ini merasa pesasaran saat seorang teman lama saya mengunggahnya. Tanpa tunggu lama lagi saya cuzzz langsung pergi ke… aplikasi ipusnas alias perpustakaan digital. Yow man, jaman now apa-apa udah ada digitalnya. masyaAllah.. Alhamdulillah buku yang saya cari : ADA dan TERSEDIA. Betapa girangnya hati ini. langsung pinjam. Dan saya sendiri ketika sedang READING BOOK MODE ON, kalau tidak ada gangguan, tidak ada aktifitas lain, ...

Hujan Rintik-rintik, Airnya Bergelombang

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim… . Menggambar sambil Bernyanyi Day 10 Level 4 Mengenali Gaya Belajar Anak . Saat itu saya sedang menulis di buku saya. Seperti biasalah, Haya pun kepo alias ingin ikut-ikutan. Hoho, maka saya pun mengambikan buku besarnya, tempat dia mencoret-coret sepuasnya sesukanya. . “Lingkaran besar.. lingkaran kecil…” saya mulai bernyanyi dan ia pun segera mengikuti membuat gambar lingakaran besar dan kecil versinya. Biasanya setelah itu saya memintanya menggambar seusatu, seperti awan, bunga, kucing dan benda-benda lain. Ia pun menggambar dengan versinya sendiri benda-benda yang saya sebutkan tadi. . Atau terkadang ia meminta saya menggambar sesuatu, atau ia bertanya, “Bunda mau gambar apa?” lalu ia menggambar. Nah saat sedang corat-coret itu lalu dia mulai bernyanyi lagi, dengan lirik “hujan rintik-rintik.. air.. uang..” eh.. awalnya saya tidak tahu maksudnya, tapi ternyata.. olalala.. dia menyanyikan lagu hujan bergelombang, lagu yang dipakai untuk m...

Memberi Makan Ayam

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim… Saat ini insyaAllah saya ingin mulai menerapkan pola hidup minim sampah alias zero waste at home, dimulai dengan memilah sampah sebelum dibuang ke tong sampah. Awalnya, saya hanya membuang semua jenis sampah ke dalam satu bak sampah saja, untuk kemudian dibuang di tong sampah depan rumah sebelum akhirnya diangkut ke tempat pembuangan sampah sementara oleh Pak Tukang (Pengangkut) Sampah. Salah satunya adalah sisa makanan, terutama nasi. Selama ini ya saya buang saja. Nah, mulai saat ini, sisa nasi yang ada di rumah saya kumpulkan dan saya kasihkan ke a yam tetangga yang memang masih punya banyak ayam karena pekarangannya yang sangat luas. Ada sekitar 20an lebihlah kalau mungkin dihitung ya. Hehe.. pokoknya terhitung banyak dan ayam-ayam itu dibiarkann bebas berkeliaran di pekarangan rumah beliau yang memang masih sangat luas, banyak pepohonan dan tanpa pagar itu. Nah, saat ini, rutinitas pagi saya setelah urusan dapur selesai, memberi makan ...

Gitar Mainan dan Mikrofon Lego

Suatu saat ketika sedang asyik bermain lego, tiba-tiba ia mengambil gitar dan menarik-narik tangan saya. "Bunda.. berdiri situ ya.. " seperti biasa instruksi favoritnya pada saya, disuruh berdiri di spot tertentu. Lalu dia menyerahkan gitar mainannya kepada saya dan mengambil lego yang telah dibentuknya mengambil sebuah mikrofon alal-ala Haya. Jujur saya agak terkaget dan terkagum melihat ia membuat legonya menjadi sebuah mikrofon tanpa petunjuk atau bantuan dari siapapun. Well, saya akui imajinasinya memang telah berkembang pesat sekali akhir-akhir ini. lalu, adegan selanjutnya adalah, ia menyuruh saya memainkan gitar, sementara ia bernyanyi. selang kemudian, dia menyerahkan mik legonya kepada saya dan dia meminta gitarnya. Kami bertukar peran begitu selama beberapa saat. Saya tersenyum2 sendiri dan senang sekali. Saya amati ia lebih suka berperan sebagai penyanyi drpada pemetik gitar. kegiatan ini terjadi beberapa kali, ketika dia mungkin sedang ingin bernyanyi, se...

Belajar Bersama Si Kangkung

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim Sebagai orang tua, saya sudah tahu, baik dari membaca buku-buku bertema parenting, maupun dari seminar-seminar parenting yang saya ikuti langsung maupun saya tonton lewat dunia maya, bahwa pemakaian gadget itu tidak baik untuk anak-anak, apalagi anak yang masih usia 2-3 tahun. Bahkan, menurut Abah Ihsan, seorang pakar parenting Nasional, untuk anak dibawah 2 tahun, sebaiknya no gadget at all. Nggak usah dikasih sama sekali. Toh buat apa? Kecuali memang mungkin yang LDM ya, buat Video call aja sama orang tuanya. Selain itu, nggak usah sama sekali.  Saran para ahli juga untuk anak yang baru usia 2-5 tahun itu idealnya, kalau memang terpaksa dikasih gadget ya maksimal 2-3 jam per hari, itupun sebaiknya malah harus dengan pengawasan atau pendampingan dari orang tua, nggak boleh nonton sendiri, dan baiknya lagi, ya nggak harus duduk selama 2-3 jam di depan gadget juga, tapi sebaiknya dikasih time out. Missal nonton selama 30 menit sampai satu jam, pa...