Postingan

Sedekah itu Mudah

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim.... Day 07 Bunsay Game Level 8 Membiasakan Anak untuk Senantiasa Bersedekah "Senyum dong...senyum..gini.. gini..." kata Haya seraya memamerkan senyumnya yang manis dan meletakkan kedua jari telunjuk tangan kanan dan kiri di pipi kanan kirinya. Ah, sungguh melihatnya membuat hati meleleh. Hal itu dilakukan Haya ketika mungkin melihat raut muka saya yang terlalu serius berpikir atau tidak fokus atau mulai menunjukkan emosi rasa marah atas tingkahnya yang memang terkadang semakin bertambah usia semakin challenging alias terasa menantang. Mau tak mau saya pun akhirnya ikutan senyum, sejenak merefresh lintasan pikiran yang aneh-aneh, atau meredam emosi yang mulai memuncak. Astaghfirullahal'adzim.... saya pun beristighfar. Otak kembali memunculkan ingatan-ingatan tentang teori dan ilmu-ilmu parenting bijak yang telah saya pelajari, begini begitu. Ya Allah.. inilah saat praktek nyatanya.  Ketika anak selesai mandi malah mengajak lari mar...

Rejeki Itu Tak Hanya Berupa Uang

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim.... Day 06 Bunsay Game Level 8 Belajar Bersama Anak tentang Konsep Rezeki Membersamai anak setiap hari di rumah dengan tantangan Bunsay yang berbeda tema atau meterinya tiap level, membuat saya jadi belajar banyak hal-hal yang mungkin selama ini saya abai atau menganggapnya biasa. Menemukan hal-hal baru, AHA Moment, pemahaman-pemahaman baru, maka saya bersyukur sekali bisa berada di komunitas yang sevisi semisi ini dan sangat membangun. Hal ini kalau kita sadari termasuk juga bagian dari rezeki yang Allah berikan pada kita. Teman-teman yang saling support dan menyemangati untuk belaja bersama. Walaupun saya akui semester dua di Bunsay ini saya agak keteteran membuat tugas laporan narasi walaupun insyaAllah aktifitas sesuai tema materi Bunsay tetap jalan setiap harinya dalam aktifitas kegiatan kami sehari-hari. Namun, setiap orang punya komitmen yang berbeda tentunya. Bagi saya sendiri, goal nya atau tujuan utamanya tetap harus bisa membuat catatan...

Uangnya Mana?

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim.... Day 05 Bunsay Game Level 8 Mengenalkan Nominal Uang pada Anak "Bunda, mau beli ini, mau beli itu," kata Haya suatu ketika.  "Emang Haya punya uang?" kata saya. Dan iapun berlari mengambil tas strawberrynya yang berisi 'dompet' cokelatnya. Anak sekecil ini, sudah tahu ya.. masyaAllah.  "Emang uangnya berapa?" tanya saya dan lagi-lagi ia membuka dompetnya, menunjukkan uang yang terselip disitu (maksudnya ya hitung atau lihat sendiri kali ya Bunda, hehehe) Pernah suatu ketika, Haya mendapat beberapa uang dari mbah Kakungnya. Ada yang lembaran dan uang koin. Lalu ia masukkan ke dalam tas stroberinya. Kemudian, ia mengajak naik odong-odong yang kebetulan saat pulang kampung ke rumah mbah, odong-odongnya pakai mesin dan baru buka saat sore sampai malam. Ada di pinggir jalan dekat masjid besar.  Karena tak terlalu jauh, saya mengajak Haya jalan kesana ya sekalian sambil jalan-jalan sore. Lumayan juga yang naik...

Odong-odong Pak Mani

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim.... Day 04 Bunsay Game Level 8 Mengenalkan Konsep Transaksi Jual Beli dan Bayar Jasa Pagi hari saat saya sedang menjemur baju di depan rumah, dari kejauhan sudah terdengar sirine yang khas sekali. "Odong-odong Pak Mani!" teriak Haya riang. Ya, benar sekali. Tak lama kemudian odong-odong Pak Mani pun terlihat berbelok menuju teras rumah kami. Tanpa menunggu lama Haya pun segera naik (well, tak terasa kini dia sudah bisa menaiki odong-odong sendiri, tak perlu di junjung-junjung lagi).  "Motor Pak," katanya sambil memilih tempat favoritnya. Ya, Odong-odong Pak Mani adalah odong-odong manual alias pakai genjot kaki, modelnya mirip seperti becak. Ada empat kursi yang bisa dinaiki anak-anak, dua yang bentuk ayam di depan dan dua bentuk motor di baris belakang.  Bentuk ayam memang ukurannya lebih kecil dibanding bentuk motor dan memang biasanya untuk anak-anak mulai dari 1 sampai 2 tahun, sedangkan bentuk motor memang nyaman dipaka...

Dompet Haya

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim.... Day 03 Bunsay Game Level 8 Mengenalkan Dompet sebagai Salah Satu tempat Menyimpan Uang Selain celengan, Haya juga tahu bahwa ada benda yang disebut dompet untuk menyimpan uang. Ia, tentu saja tahu dengan mengamati kedua orang tuanya. Contoh dan tauladan dari kedua orang tuanya tanpa harus dijelaskan banyak hal. Ia tahu ketika saya ajak belanja, saya membawa sebuah benda tempat menyimpan uang, yang bernama dompet. "Ini dompet namanya sayang, dompet Bunda."  Ooh, jadi itu namanya dompet. Bunda sering membawanya kalau pergi belanja atau jalan-jalan.  Di dalam dompet isinya macam-macam, mulai dari uang koin, uang kertas lembaran, struk-struk entah, kartu-kartu, yang Haya juga tahu ada salah satu kartu yang bisa dia gunakan di tempat permainan (Ya Allah #kidsjamannow), kartu yang biasanya dipakai ketika saya pergi ke suatu tempat mengambil uang (ATM card), atau kartu yang biasanya saya sering pakai ketika belanja di sebua toko (Smar...