Bismillahirrahmanirrahim... Aliran Rasa Bunsay Game Level 9 Well, tak terasa ya, Level 9 Bunsay Game yang istimewa dan beda dari level-level sebelumnya kali ini sudah hampir tiba di penghujungnya. Level yang penuh dengan kejutan, tantangan mengasah kreatifitas dan juga bonus istimewa yaitu waktu yang super longgar karena bertepatan dengan libur Hari Besar dan Pergantian Tahun. Benar-benar seru sekali level ini. Di level kali ini, karena banyak agenda alias acara keluarga yang juga berpindah-pindah tempat (Semarang-Pemalang-Purbalingga-Jogja-Semarang), maka saya juga memutuskan untuk membiarkan tantangan di level ini mengalir apa adanya. Tidak saya sengaja atau ada-adakan. Tapi, tetap saja telah saya azzamkan, atau tekadkan dalam pikiran dan hati saya (kalau istilah agamanya mungkin niat ya sebelum melakukan sesuatu), bahwa hari-hari ke depan adalah hari-hari menantang kreatifitas. Dan ternyata hal itu memang seru sekali. Hari-hari yang berbingkai kreatifitas, AHA dan WOW momen...
Bismillahirrahmanirrahim… Day 10 Level 3 Bunsay Game Berlatih tantangan dan kesabaran. Kali ini Haya tiba-tiba meminta untuk bermain puzzle evamat yang sudah terpasang di rumah. Dia meminta saya untuk membantu melepaskan puzzlenya, tapi saya menolak dengan halus, alih-alih menyemangatinya kemudian untuk mencoba mencopotnya sendiri. Dia merengek, meminta saya membantunya mencopot puzzle evamat bergambar kelinci itu, tapi saya menolak. Pelan-pelan saya menyemangatinya kembali agar ia mau mencopot puzzlenya sendiri. Akhirnya setelah beberapa kali mencoba, ia pun berhasil mencopotnya. Nah, kemudian, saat memasangnya kembali. Ada empat bagian yang perlu dipasang, yaitu bagian kepala, mata, kaki dan bagian ekor belakang. Awalnya ia bisa dengan mudah memasang bagian kepala dan matanya. Lalu giliran badannya, ia merasa kesulitan mengepaskan puzzlenya. Berkali-kali Haya mencoba dan memang belum pas. Sepertinya ia mulai kesal dan benarlah, tak lama kemudian ia merengek memi...
Bismillahirrahmanirrahim… Day 5 Level 3 Bunsay Game Setelah aktifitas yang begitu melelahkan, apalagi setelah melewati agenda mudik libur lebaran dengan berbagai acara yang tentunya butuh banyak aktifitas fisik yang cukup menguras banyak hal, tak hanya tenaga saja, maka ada saatnya memanjakan diri yaitu salah satunya dengan pijat. Tak hanya saya pribadi, namun saya juga memijatkan Haya. Alhamdulillah kami berdua sudah menemukan tukang pijat yang cocok dan enak untuk kami berdua. Saya dan Haya sudah punya tukang pijat langganan masing-masing. Kalau saya sendiri, mbak pijatnya saya undang ke rumah, Alhamdulillah. Kalau Haya, biasanya kami langsung datang ke rumah mbahnya yang jaraknya tak terlalu jauh juga. Biasanya kalau saya pijat waktunya malam, bada maghrib atau isya, karena mbaknya memang bisanya jam segitu, sedangkan Haya biasanya pijat pagi hari antara jam 7an pagi kami antar ke rumah mbah pijat. Kami juga tak sering-sering pijat, hanya kadang-kadang kala...
Komentar
Posting Komentar