Postingan

Dua Aja ya Bunda…

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim… Masih lanjutan dari postingan kemarin, setelah memetik kangkung, lalu bermain role play ala tukang foto dan foto model. Kemudian, Haya yang masih aktif tentunya cepat bosan, beralih dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain. Dan tentu saja emak juga harus berfikir cepat untuk mengimbangi keaktifan si anak.  Kadang memang saya sudah melakukan perencanaan aktifitas apa saja yang akan saya mainkan bersama, namun terkadang hal itu bisa beruah-ubah keseesokan harinya. Banyak factor yang mempengaruhinya, mulai dari si anak sendiri, diri emak sendiri, factor dari lain, lingkungan dan banyak hal lainnya. Oleh karena itu, saya pun harus membuat daftar perencanaan yang matang dengan stok aktifitas yang beragam untuk Haya. Ada beberapa aktifitas yang memang membutuhkan persiapan yang lumayan, persiapan medianya, tempat dan lain-lain. Ada juga yang memang tidak butuh apa-apa. Pokoknya apapun itu, emak harus siap kan? Emang beginilah tantangan emak sehari...

Bunda, Ayo Foto Dulu…

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim… Postingan kali ini melanjutkan postingan kemarin, Belajar sama Si Kangkung. Setelah Haya mulai bosan memotong-motong Kangkung dan membuat kalung dari Kangkung, saya mencari ide lain. Terlihatlah wadah tusuk gigi. Saya ambil, dan mulai merangkai-rangkai tusuk gigi dan batang-batang kangkung. Jadilah baling-baling helicopter.  “Ini apa Bunda?’ tanya Haya. “ini namanya baling-baling helicopter sayang,” jawab saya. Saya memutar-mutarnya. Haya pun ikut-ikutan membuatnya dengan panduan dari saya, lalu memutar-mutarnya. Tak berapa lama, terlihat ia mulai bosan lagi.  Ah iya ya, kalau Bunda nggak paham, mungkin Bunda jadi nggak tau, kalau memang durasi focus anak akan suatu hal itu 1 x usia anak. Bagi Haya yang usianya mau menginjak 3 tahun, durasi ketertarikannya akan suatu hal ya 1 x 3 menit. Kecuali kalau memang benar-benar ada sesuatu hal yang bisa menarik perhatiannya, maka ia akan dapat duduk dan focus lama. Okelah kala...

Belajar Bersama Si Kangkung

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim Sebagai orang tua, saya sudah tahu, baik dari membaca buku-buku bertema parenting, maupun dari seminar-seminar parenting yang saya ikuti langsung maupun saya tonton lewat dunia maya, bahwa pemakaian gadget itu tidak baik untuk anak-anak, apalagi anak yang masih usia 2-3 tahun. Bahkan, menurut Abah Ihsan, seorang pakar parenting Nasional, untuk anak dibawah 2 tahun, sebaiknya no gadget at all. Nggak usah dikasih sama sekali. Toh buat apa? Kecuali memang mungkin yang LDM ya, buat Video call aja sama orang tuanya. Selain itu, nggak usah sama sekali.  Saran para ahli juga untuk anak yang baru usia 2-5 tahun itu idealnya, kalau memang terpaksa dikasih gadget ya maksimal 2-3 jam per hari, itupun sebaiknya malah harus dengan pengawasan atau pendampingan dari orang tua, nggak boleh nonton sendiri, dan baiknya lagi, ya nggak harus duduk selama 2-3 jam di depan gadget juga, tapi sebaiknya dikasih time out. Missal nonton selama 30 menit sampai satu jam, pa...

Belajar Mengidentifikasi Arah dengan Sepeda Dorong

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim… Kadang, hal-hal yang kita lakukan dalam keseharian bersama anak, kalau kita nggak sepenuhnya sadar, hal-hal itu bisa menjadi sarana belajar, stimulasi yang baik untuk perkembangan anak. Maka daripada itu, orang tua memang harus senantiasa belajar. Seperti pagi ini. Saat saya mengajak Haya keluar, niatnya belanja beli ikan lele di warung tetangga dekat rumah yang jualan sayur, eh ibuknya lagi nggak ada persediaan lele. Nah, kebetulan disitu, cucu ibu pemilik warung yang baru umur satu tahun, lagi pakai sepeda, didorong sama ibuknya sambil makan. Nah, udah deh otomatis Haya pun minta. “Bunda.. sepeda,” katanya sambil menunjuk ke arah Keke, adik bayi yang lagi naik sepeda babynya. “Yuk, kalau begitu ambil sepeda dulu di rumah,” kata saya. Akhirnya, kami berdua pulang ke rumah, ambil sepeda dan mulailah saya mendorong sepedanya. Btw, sepeda dorong jaman sekarang canggih, kata saya. Tongkat dorongnya bisa untuk mengatur arah, mau lurus, belok kan...